Oknum Anggota BPK Halangi Penyidikan Jiwasraya,Kejagung Lakunkan Penyidikan

  • Whatsapp
banner 468x60
Jaksa Agung RI ST Burhanuddin

JAKARTA-KANALPK

Dugaan yang dilakukan oleh auditor dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menghalangi penyidikan kasus korupsi PT Jiwasraya (Persero),Jaksa Agung RI ST Burhanuddin tengah melakukan penyidikan.

“Jaksa Agung RI ST Burhanuddin, menyampaikan kasus tersebut tengah dalam pendalaman oleh Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM Pidsus) Kejaksaan Agung RI.
Ada (kasus merintangi penyidikan Jiwasraya). Masih dalam pendalaman,” kata Burhanuddin di Kejaksaan Agung RI, Jakarta Selatan, belum lama ini kepada media.

Sementara, Direktur Penyidikan JAM Pidsus Febrie Adriansyah juga membenarkan adanya kasus tersebut. Namun, dia masih enggan membocorkan secara detil.

Termasuk, kata Febrie, terkait kronologi perkara hingga identitas terduga pelaku yang diduga berasal dari auditor BPK tersebut.

“Sedang pendalaman saja. Ada anggota BPK yang melakukan dugaan menghalang-halangi penyidikan,” tukas Febrie kepada wartawan.

Direktur Penyidikan JAM Pidsus Febrie Adriansyah

Kasus bermula saat keluar Surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor B-2212/F.2/Fd.2/12/2019 tanggal 30 Desember 2019 perihal Permintaan Perhitungan Kerugian Keuangan Negara, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam rangka Perhitungan Kerugian Negara atas Pengelolaan Keuangan dan Dana Investasi pada PT Asuransi Jiwasraya. BPK kemudian memberikan jawaban dalam audit investigasi yaitu,
1.Pada tahun 2009, Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengatakan bahwa PT Asuransi Jiwasraya (Persero) dihadapkan pada kekurangan perhitungan dan terdapat kondisi Insolvent, di mana dalam posisi tanggal 31 Desember 2008 pencadangan kewajiban perusahaan pemegang polis sebesar Rp 5.700.000.000.000.

2.Pada tahun buku 2009-2012 PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengalami negative spread, hal mana pada tahun 2013 PT Asuransi Jiwasraya (Persero) melakukan kebijakan reavaluasi atas aktiva tetap untuk memenuhi tambahan modal sehingga pada periode tahun 2009-2013 secara bertahap menjual produk saving plan dengan pertumbuhan Periode tahun 2014-2015 mencapai puncaknya pada 2016-2017. Namun pendapatan premi dari produk tersebut tidak disertai dengan hasil investasi yang memadai.

  1. Pada dalam kurun waktu 2008-2017 PT Asuransi Jiwasraya (Persero) membukukan keuntungan, namun pada kurun waktu 2018-2019 PT Asuransi Jiwasraya (Persero) membukukan kerugian masing-masing sebesar Rp 15.830.000.000.000 dan Rp. 18.070.000.000.000 yang pada ujungnya pada 31 Desember 2019 terdapat utang klaim yang belum terbayar sebesar Rp 13.070.000.000.000.

Atas temuan itu, Benny Tjokro diadili dan dihukum penjara seumur hidup di tingkat pertama dan banding. Benny tidak terima dan menggugat hasil audit BPK itu ke PN Jakpus.

Beberapa kali negara harus menerima fakta pahit korupsi yang dilakukan para oknum. Aksi tak bertanggung jawab ini bahkan membuat negara menanggung rugi fantastis hingga triliunan rupiah.(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60