Oknum Polisi Peras Rp2,5, Kapolda Sumut Murka

  • Whatsapp
banner 468x60

MEDAN-KANALPK

Pemerasan yang dilakukan oknum polisi terhadap dalah seorang warga bernidislal Anwar Tanuhadi yang tinggal diJakarta,membuat panas
Henry Yosodiningrat yang menuding ada upaya untuk menggugurkan praperadilan atas penangkapan terhadap kliennya Anwar Tanuhadi (59) warga Lebak Bulus, Jakarta Selatan, oleh pihak Polsek Medan Timur.

Hal ini terbukti dengan tidak hadir pihak Polsek Medan Timur pada sidang di Pengadilan Negeri Medan pada Rabu 17 Maret 2021 lalu tanpa ada alasan yang jelas.

Maksud mereka (menghulur waktu-red) untuk menggugurkan perkara praperadilan ini. Mereka mengulur-ngulur waktu. Padahal pokok perkaranya sudah mereka limpakan,” kata Henry kepada wartawan di Jakarta.

Henry menegaskan, jika pada jadwal sidang praperadilan kedua mereka tetap tidak hadir, maka perkara tersebut tetap akan dilanjutkan. Pasalnya, kata dia dalam panggilan itu sudah ditentukan agar mereka hadir dan membawa jawabannya dan mereka sudah diberi waktu lebih dari seminggu.

“Besok kan kita sidang lagi. Kalau mereka nggak hadir maka perkara ini akan dilanjutkan, diperiksa diluar hadirnya mereka,” jelas Henry.

Henry menegaskan, perbuatan mereka terhadap kliennya itu sudah jelas merampas kemerdekaan sebagai warga negara Indonesia. Bahkan perbuatan mereka sudah termasuk melanggar Hak Asasi Manusia (HAM) karena telah melakukan pemerasan terhadap seseorang.

“Pertama perbuatan mereka ini sendiri adalah perbuatan yang merampas kemerdekaan orang, karena melakukan perbuatan pemerasan,” tandas pengacara senior itu.Henry optimis perkara ini akan tuntas sesuai proses hukum yang berlaku. Ia menyebut, langkah yang ia tempuh juga mendapat respon yang sangat baik dan dukungan penuh dari pihak Polda Sumatera Utara sendiri.

“Kapolda sangat menaruh perhatian. Saya sudah jumpa dengan Kapolda. Beliau marah betul dengan anggota Polsek Medan Timur ini,” tuturnya.

Karena perkara tersebut sudah terlanjur jauh, maka dia akan melawan dengan berbagai upaya, karena bagi dia ini adalah pertarungan moral dan hak orang untuk mendapatkan keadilan.

“Jadi sekarang ini sudah ada di pengadilan, saya hanya mengikuti sesuai prosedurnya saja,” pungkasnya.

Sementara Kapolda Sumatera Utara (Sumut) , Irjen. Pol. Drs. R.Z. Panca Putra Simanjuntak, M.Si. saat dimintai keterangan seputar adanya oknum polisi peras tersangka,belum berhasil dihubungi sehingga berita ini diturunkan. (Ricardo H.Simbolon

banner 300x250

Related posts

banner 468x60