Pejabat BEI Dicecar Kejagung,Terkait Kasus Korupsi Asabri

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Pusaran kasus megakorupsi PT.Asabri terus dibongkar untuk mengetahui aliran dana yang diselewengkan,sehingga negara dirugikan triliunan.

Sementara,pihak Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini (11/5/2021) memeriksa satu orang saksi terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di PT. Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (Asabri).

Kepala Pusat Penerangan Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak mengatakan saksi yang diperiksa adalah Kepala Divisi Pengawasan Transaksi Bursa Efek Indonesia (BEI) berinisial LMP.

Menurut Kapuspenkum Kejagung mengungkapkan,”Saksi diperiksa terkait Pengawasan BEI atas transaksi beberapa saham (investasi saham Asabri) yang masuk dalam kategori Unusuall Market Activity (UMA) dan suspensi,” kata Leonard Eben Ezer Simanjuntak kepada wartawan.

Jumat lalu,pihak Jampidsus Kejagung telah memeriksa melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang terkait kasus ini. Satu orang saksi yakni PKR yang merupakan Direktur Utama PT Ciptadana Asset Management. Sedangkan dua lainnya merupakan tersangka yang sudah ditetapkan sebelumnya.

Dua tersangka yang kembali diperiksa adalah IWS atau Ilham W Siregar selaku Kepala Divisi Investasi Asabri periode Juli 2012 s/d Januari 2017. Kemudian HS alias Hari Setianto selaku Direktur Investasi dan Keuangan Asabri periode 2013 s/d 2014 dan 2015 s/d 2019.

Kedua tersangka ini diperiksa di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Tangerang, Kecamatan Jambe, Tangerang, Banten.

Kejagung terus gencar melakukan pemeriksaan terhadap para saksi meliputi berbagai pemangku kepentingan, antara lain, internal Asabri, manajer investasi, perusahaan sekuritas yang terlibat dan lainnya.

Kejagung telah menetapkan sebanyak sembilan tersangka di kasus Asabri. Mereka adalah Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri (ARD) sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2011-2016, Letjen Purn Sonny Widjaja (SW) sebagai Direktur Utama PT Asabri periode 2016-2020, Bachtiar Effendi (BE) sebagai Kepala Divisi Keuangan dan Investasi PT Asabri periode 2012-2015, Hari Setianto (HS), Direktur Investasi dan Keuangan PT Asabri periode 2013-2019.

Sementara itu,Ilham W Siregar (IWS), Kepala Divisi Investasi PT Asabri periode 2012-2017; Lukman Purnomosidi (LP), Presiden Direktur PT Prima Jaringan & Dirut PT Eureka Prima Jakarta Tbk (LCGP); Heru Hidayat (HH) Presiden PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM); Benny Tjokrosaputro (BT) atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX); dan Jimmy Sutopo (JS), Direktur PT Jakarta Emiten Investor Relationship.

Diperkirakan kerugian negara sementara dari kasus dugaan korupsi pengelolaan dana investasi periode 2012-2019 di PT Asabri (Persero) masih menjadi yang terbesar di Indonesia yakni mencapai Rp 23,74 triliun, menurut pemeriksaaan Badan Pemeriksa Keuangan.

Sebelumnya, Tim Jaksa Penyidik pada Direktorat Penyidikan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) memeriksa tujuh orang sebagai saksi yang terkait dengan Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada PT Asabri (Persero).

Saksi yang diperiksa pada Kamis lalu (6/5/2021) diantaranya, 1.HK selaku Istri Tersangka ARD. Saksi diperiksa terkait aset milik Tersangka ARD.

  1. ET selaku Nominee Tersangka BTS. Saksi diperiksa terkait namanya digunakan dalam transaksi jual beli saham.
  2. ES selaku Nominee Tersangka BTS. Saksi diperiksa terkait namanya digunakan dalam transaksi jual beli saham.
  3. I selaku pengelola aset Tersangka BTS. Saksi diperiksa terkait aset tanah Tersangka BTS di Maja, Lebak.
  4. TJ selaku Karyawan Swasta / Direktur PT. Panin Sekuritas. Saksi diperiksa terkait permintaan data soal pendalaman broker PT. Asabri.
  5. DH selaku Staf Keuangan Tersangka BTS. Saksi diperiksa terkait pengelolaan keuangan dari Tersangka BTS.
  6. JIH selaku Direktur of Equity Sales di PT. Korea Investmen Sekuritas Indonesia. Saksi diperiksa terkait permintaan data soal pendalaman counterparty broker PT. Asabri.

Adapun tersangka ARD dan BTS yang dimaksud adalah Mayjen Purn Adam Rachmat Damiri (ARD) sebagai Direktur Utama Asabri periode 2011-2016 dan Benny Tjokrosaputro (BTS) atau Bentjok sebagai Komisaris PT Hanson International Tbk (MYRX), dua dari sembilan tersangka. (R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60