Peristiwa Teror Dimabes Polri,Polda Metro Jaya Perketat Keamanan

  • Whatsapp
banner 468x60

JSKARTA-KANALPK

Untuk Mengantisipasi kejadian peristiwa serupa, pihak Polda Metro Jaya akan memperketat pengamanan markas. Termasuk Polres dan Polsek di wilayah hukum Polda Metro Jaya.

Menurut Kombes.Pol.Yusri Yunus mengatakan,””Betul kita perketat pengamanan. Semuanya (termasuk Polres dan Polsek) pengamanan markas,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus kepada wartawan, Rabu (31/3/2021).

Dikatakan Yusri, anggota bersenjata lengkap akan melakukan penjagaan di pintu masuk dan keluar markas.

“Kita tingkatkan pengamanan dengan menggunakan anggota bersenjata dan body check di setiap pintu. Jadi semuanya kita lakukan pemeriksaan. Ini upaya preventif,” ungkapnya.

Sementara pihak polisi telah mendatangi Kediaman penyerang Mabes Polri, di Ciracas, Jakarta Timur, Rabu (31/3/2021) malam dan dipasang garis polisi.

Rumah yang terletak di Gang Taqwa, kawasan Ciracas, itu dipasangi garis polisi di bagian depan.

Polisi yang datang ke rumah penyerang mabes polri ,pihak penyidik dari Polres Metro Jakarta Timur langsung memeriksa keluarga pelaku.

Ketua RT, Ketua RW dan pimpinan Satpol PP Kelurahan Ciracas tampak mendampingi pemeriksaan tersebut.

Data pelaku aksi Teror di mabes polri

Penyerangan di Mabes Polri sebagai Fenomena Lone Wolf.

Disisi lain Ketua Umum CIC R.Bambang.SS mengutuk Keras aksi teror di Mabes Polri.

“Ini sudah merupakan aksi biadap dan aksi teror yang tidak terpuji,kita sebagai anak bangsa harus bersatu melawan terorisme,dan tidak boleh kalah dengan para teroris,”tegas R.Bambang.SS Rabu Malam (31/03/2021) di Jakarta.

Terkait aksi penyerangan yang terjadi di Mabes Polri menjadi pekerjaan rumah (PR) yang besar bagi bangsa Indonesia bila aksi tersebut merupakan fenomena lone wolf, yaitu aksi teror dengan model bergerak sendiri.

“Menjadi pekerjaan besar bagi kita warga bangsa, karena fenomena lone wolf tidak mudah dideteksi. Mari tingkatkan kewaspadaan dan mari tidak takut pada teror,”tuturnya.

Penyerangan terhadap institusi negara, pengayom masyarakat, dan bagian dari penegak hukum, menggunakan dalil apa pun tidak bisa dibenarkan.

Siapa pun yang melakukan aksi kekerasan, apalagi tindakan teror dengan mengatasnamakan agama, Robikin berani memastikan tindakan tersebut bukan berdasarkan ajaran agama. Sebab, agama apa pun secara tegas melarang segala bentuk kekerasan, apalagi aksi teror.( Burhanuddin/Mulyadi)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60