Petinggi Sinarmas Indra Wijaya Dan Kokarjadi Chandra Dilaporkan

  • Whatsapp
Indra Wijaya Komut PT.Sinarmas
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Pelaporan 2 petinggi Sinarmas ke Bareskrim Mabes Polri,yakni Komisaris Utama PT.Sinarmas Indra Wijaya dan Direktur Utama Sinarmas Sucuritas Kokarjadi Chanda, tentang masalah kontrak kerjasama Pengadaan batu bara.

Kedua petinggi Sinarmas tersebut dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh Andri Cahyadi yang merasa tertipu oleh kedua petinggi Sinarmas.

Andri Chayadi adalah Komisaris Utama PT Eksploitasi Energi Indonesia (EEI) menceritakan awal mula kerjasama bisnis tersebut.

Pada tahun 2015 , perusahaan milik Andri bekerjasama dengan PT Sinarmas untuk memenuhi kebutuhan batubara bagi Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, dalam perjalanan waktu, perusahaan Andri yakni PT EEI, malah merugi. Bahkan tersangkut hutang yang mencapai Rp4 triliun.

Sebelum ada kerjasama dengan PT Sinarmas, Andri Cahyadi memiliki saham sebesar 53 persen, namun hingga Desember 2020 diberitahu pihak Sinarmas kalau sahamnya tinggal 9 persen.

Pelapor Andri Chayadi

Menurut keterangan Andri Chayadi,”Sebagai Komut di PT.Sinarmas, saya tidak pernah menandatangi hutang, tidak pernah menjual saham, tiba-tiba saya diberitahu kalau PT EEI punya hutang hingga Rp 4 triliun dan saham saya yang semula sebanyak 53 persen tinggal 9 persen. Berbagai alasan tersebut yang melatarbelakangi saya untuk melaporkan kasus ini ke Bareskrim. Semua berkas, barang bukti telah kami serahkan kepada penyidik Bareskrim setelah melalui proses yang membutuhkan waktu sekitar 8 bulan,” kata Andri di Solo, Sabtu (13/3) kemarin.

Dari salinan Laporan Polisi (LP) bernomor LP/B/0165/III/2021/Bareskrim tertanggal 10 Maret 2021, keduanya diperkarakan dengan kasus penipuan/perbuatan curang, penggelapan, penggelapan dalam jabatan, pemalsuan surat dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Andri juga menjelaskan, “bahwa sahamnya diketahui telah diambil alih oleh orang-orang asing. “Saya yakini orang-orang tersebut masih dalam lingkaran PT Sinarmas,” jelasnya.

Laporan kedua petinggi PT.Sinarmas ke Bareskrim Mabes Pilri dikenakan dengan pasal 378 KUHP, pasal 372 KUHP, 374 KUHP, pasal 263 KUHP Jo pasal 264 KUHP Jo pasal 266 KUHP, dan pasal 2,3,4 dan 5 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) UU 8/2010 Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.(Buhanudin/Mulyadi)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60