PK Kokos Sang Koruptor Rp 477 M Kandas

  • Whatsapp
Bukti Uang Rp 477 M
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Uang Rp 477 M Nyaris Bikin Ruang Kejagung Banjir Duit, dimana pihak Mahkamah Agung (MA) menolak peninjauan kembali (PK) terpidana korupsi Rp 477 miliar Kokos Jiang.

Kasus bermula saat PLN membentuk anak usaha PT PLN Batubara pada Agustus 2008. Tugas anak usaha ini untuk memasok batubara ke PLN agar pasokan listrik bisa stabil.

Kokos Jiang, selaku Direktur Utama PT Tansri Madjid Energi (PT TME) dan selaku Kuasa dari Andi Ferdian sebagai Direktur PT Tansri Madjid Energi (PT TME) bersama-sama Khairil Wahyuni selaku Direktur Utama PT PLN Batubara mengatur dan mengarahkan untuk membuat nota kesepahaman dan kerja sama Operasi Pengusahaan Penambangan Batu Bara agar diberikan kepada Kokos Jiang.

Dalam kasus ini, terungkap proyek itu tidak melakukan desk study dan kajian teknis, melakukan pengikatan kerja sama jual-beli batu bara yang masih berupa cadangan serta membuat kerja sama tidak sesuai spesifikasi batu bara yang ditawarkan. Alhasil, negara merugi ratusan miliar.

Dan akhirnya pihak Jaksa yang mencium keanehan lalu menyidik perkara itu hingga pengadilan.

Terdakwa Kokos Jiang, divonis bebas oleh Pengadilan Tipikor Jakarta. Namun jaksa mengajukan kasasi dan menganulir vonis bebas Pengadilan Tipikor Jakarta.

Kemudian, pada tingkat kasasi, Kokos dihukum 4 tahun penjara dan Rp 200 juta dan pidana tambahan membayar uang pengganti Rp 477 miliar.

Dalam kasus itu, Dirut PT PLN Batubara, Khairil Wahyuni, dihukum 2 tahun penjara.

Akhirnya pihak MA menolak PK Terdakwa Kokos Jiang pada Senin (03/05/2021).

Hakim MA yang mengadili perkara ini,diantaranya, sebagai Hakim ketua majelis Andi Samsan Nganro dengan anggota Eddy Army dan Agus Yunianto. Putusan itu diketok pada 28 April 2021 dengan panitera pengganti Retno Murni Susanti.

Saat dieksekusi, uang yang dikembalikan Kokos Jiang cukup banyak. Sebagian uang cash Rp 477 miliar dihadirkan ke aula di Kejagung dan hampir menutup ruangan. Itu pun jaksa hanya menghadirkan uang cash Rp 100 miliar.

Menurut Kepala Kejaksaan Agung ST Burhanuddin menegaskan,”Yang ada di sini Rp 100.000.000.000. Artinya, kalau ditumpuk di sini, kita tidak akan kelihatan yang ada di sini,” kata Jaksa Agung ST Burhanuddin kepada wartawan di Jakarta Senin (03/05/2021).(R.BAMBANG.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60