Praktik Fee Proyek Lamteng Makin Menggurita

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Terpidananya Mantan Bupati Kab. Lamteng Mustafa dlm OTT KPK terkait kasus Fee Proyek & suap/gratifikasi. Bukan dijadikan pembelajaran hukum & membuat efek jera utk tdk mengulangi perbuatan tersebut.
Sebaliknya, justru kepemimpinan bupati & wakil bupati Produk hasil Pilkada 2001-2006 makin menjadi, dan menggurita.


Melalui oknum Wakil Bupati Ardito Wijaya, melakukan pungutan fee proyek 20%. Dengan modus operandi, membentuk & melalui tangan ketua ketua asosiasi kontraktor (Gapeknas, aspeknas, gabpeknas, dll), mengumpulkan fee proyek 20%. Fee proyek sendiri berasal dari rekanan lokal & non lokal. Juga fee diambil dari kroni kroni pengurus partai Golkar, pengusaha, dsb. Praktik pengambilan fee dilakukan sebelum dilaksanakan proses tender proyek.

Bagi rekanan yg sdh setor fee, maka harus dimenangkan dlm proses tender. Dlm teknis proses tender Kepala ULP Aria Resukia ditempatkan sebagai kordinator utk memenangkan setiap proyek yg sdh menjadi arahan utk dimenangkan. Karena sudah menyetor fee 20%, tidak ada alasan untuk tidak dimenangkan.

Dalam menjalankan kejahatannya, oknum Ka Ulp, mengajak staf & kabid kabid, dibantu oleh para konsultan. Dengan segala cara agar, proyek yg sdh menjadi arahan harus dimenangkan.


Untuk itu diharapkan, agar pihak aparat hukum KPK, Mabes Polri, serta Kejagung. Bisa melakukan penyadapan & mengerahkan Tim Saber untuk melakukan OTT. Terhadap oknum oknum tersebut, yg merugikan negara & masyarakat.

sementara,Ketua Umum CIC R.Bambang.SS meminta kepada pihak yang berkompeten segera mengusut tuntas kasus kotupsi berjamaah di Kabupaten Lampung Tengah.

“CIC meminta kepada pihak penegak hukum,baik KPK,Polri dan Kejagung segera mengusut tuntas korupsi proyek di Kabupaten Lampung Tengah,Provinsi Lampung secara berjamaah yang diduga melibatkan Bupati Lampung Tengah dan para oknum Kadis Pemkab Lamteng,”tutur R.Bambang.SS Ketum CIC kepada wartawan Rabu (16/06/2021) di Jakarta.

Hal senada diungkapkan Ketua DPW CIC Provinsi Lampung Marzuki menuturkan,”Masalah korupsi di Lampung Tengah bukan hal yang baru,bahkan hal ini bukan rahasia umum lagi,jadi soal kasus kotupsi dianggap “Rezeki Nomplok”mumpung penegak hukum bisa diajak “Main Mata”alias kerjadama mersup uang negara,”pungkas Marzuki. (Burhanuddin)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60