PT. Surya Cipta Mahakam (SCM) dan PT. Indo Pancadasa Agrotama (IPA) Diduga Tidak Memiliki Ijin

  • Whatsapp

BREAKING NEWS

KALTIM-KANALPK

PT. SCM dan PT. IPA sudah merusak jalan trans kaltim Samarinda – Melak akibat truk Hauling Batubara yang tidak kenal waktu siang maupun malam.
Jalan trans kaltim sepanjang 30 km ini, berada di Desa Lebak Mantan, Desa Lebak Cilong Kecamatan Muarawis, Desa Kota Bangun III dan Desa Kota Bangun II Kecamatan Kota Bangun Kabupaten Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur.

Berdasarkan keterangan sopir truk, mereka mengangkut hasil penambangan batubara dari Dang Renik Desa Lebak Mantan menuju Pelabuhan PT. IPA yang berada di Desa Kota Bangun II (SP2) dengan imbalan Rp. 2.000 perton perkilo dan peremi Rp. 50.000 ret.

Kegiatan penambangan batubara tersebut sudah berjalan setahun lebih, walaupun lokasinya sering dilanda banjir saat hujan dan batubaranya tipis tidak mencapai 50 cm, dari awal sampai Juni ini kami baru mengirim batubara sebanyak 4 empat Tongkang kata Hari KTT PT. SCM.

Masyarakat disekitar krosing PT. IPA keberatan, karena sampai saat ini mereka belum pernah menerima kompensasi dari PT. IPA maupun dari PT. SCM, sementara masyarakat merasakan bisingnya disaat waktu istirahat dan dapat debu saat panas.

PT. SCM dan PT. IPA diduga tidak memiliki ijin penambangan batubara secara resmi, pasalnya mereka tidak miliki jalan khusus (jalan sendiri), mereka menggunakan jalan umum, jalan trans kaltim Samarinda – Melak dan perusahaan tersebut diduga tidak memasang papan nama perusahaan, diduga menghindar dari pajak.

Hal tersebut bertentangan dengan Perda Kaltim No 10 Tahun 2012 tentang angkutan batubara wajib memiliki jalan khusus (sendiri), Undang – Undang No 28 Tahun 2009 tentang pajak dan retribusi daerah dan masih banyak lainnya.

(ANTON)

Related posts