R.Bambang.SS Ketua Umum CIC Mafia Tanah Di Riau Berlindung Dibalik “Baju Seragam”

  • Whatsapp
banner 468x60

PEKANBARU-KANALPK

Rupanya wajah para mafia tanah itu tidak seseram yang dibayangkan. Pasalnya,berdasarkan pemberitaan di berberapa media online belakangan, Mafia tanah di Pekanbaru Justru berlindung dibalik “Baju Seragam”, bahkan yang kini Viral karena karena mafia tanah rebut tanah milik seorang artis dan pelakunya sudah ditahan.

Mafia tanah di Riau adalah sosok seorang pengusaha sukses di kot pekanbaru Riau,bahkan tidak tanggung para kelompok mafia tanah melakukan aksinya berlindung dibalik “Baju Seragam”,banyak oknum BPN yang terlibat hingga dugaan kuat keterlibatan Walikota Pekanbaru.

Salah satunya Sujono yang yang sudah ditahan pihak Polda Sumut, berlatar belakang seorang pengusaha ini dikenal sangat dekat dengan walikota Pekanbaru, sehingga berdasarkan hasil investigasi CIC,sosok yang satu ini sangat dekat para pemangku jabatan, baik dikalangan pejabat, diantaranya Walikota Pekanbaru, Firdaus, ST MT dalam penguasaan lahan secara tidak wajar .
Faktanya Firdaus tidak menggubris somasi yang di layangkan kuasa hukum korban.

CIC menilai, banyak informasi yang didapat, ada dugaan keterlibatan Walikota memiliki tanah dilahan tersebut, karena itu Walikota terlihat sangat aktif melakukan kegiatan dilahan itu.

Ketua Umum CIC R.Bambang.SS menegaskan,”Kami mendapat informasi bahwa ada tanah milik Walikota dilahan tersebut, yang disampaikan oleh mafia tanah itu sendiri yang menyampaikannya ke masyarakat, jadi CiC menduga ada keterlibatan Walikota memang terlibat dalam penyerobotan lahan tersebut melalui mafia tanah,”ungkap R.Bambang.SS kepada awak media Selasa (23/11/2021) di Pekanbaru.

CIC meminta kepada pihak Polri,Kejagung dan KPK segera menindak tegas para mafia tanah yang berlindung dibalik “Baju Seragam” sesuai hukum yang berlaku,serta memeriksa siapa saja oknum yang terlibat dalam hal ini,seperti Walikota Pekanbaru bahkan Kepala Dinas, Camat hingga Lurah.

CIC telah mengantongi bukti adanya dugaan keterlibatan Walikota dalam memper
mudah bagi mafia tanah melakukan mudus operandinya untuk membuat surat-surat atas tanah yang diserobotnya, bahkan informasinya Walikota sampai mengganti Camat dan Lurah yang tidak mau mempermudah penerbitan surat-surat tanah palsu.

Ketum CIC mengungkapkan,”Kami (CIC) sedang mengumpulkan bukti-bukti dan saksi, begitu semua sudah lengkap kami segera akan kita laporkan ke Mabes Polri,Kejaksaan Agung (Kejagung RI) dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap semua yang terlibat akan kita lakukan upaya hukum, Walikota, Kepala Dinas, Camat, Lurah siapapun yang terlibat akan kita lakukan upaya hukum,” tutur R.Bambang.SS.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk tidak ragu mengusut tuntas kasus-kasus mafia tanah di seluruh Indonesia. Upaya ini sejalan dengan instruksi dari Presiden Joko Widodo yang fokus untuk memberantas praktik mafia tanah di Indonesia.

“Dimana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk bekerja secara maksimal dalam memproses hukum kasus-kasus mafia tanah. Dia juga menegaskan kepada jajarannya untuk menindak siapa pun aktor intelektual di balik sindikat mafia tanah,”pungkasnya.

Karena masalah mafia tanah menjadi perhatian Bapak Presiden, CORRUPTION INVESTIGASTION COMMIITTEE (CIC) minta kepada Polri, Kejagung dan jajaran tidak perlu ragu, proses tuntas, siapa pun backing-nya.

Menurut R.Bambang.SS,pemberan
tasan mafia tanah merupakan bagian dari program Polri Presisi atau pemolisian prediktif, responsibilitas dan transparansi berkeadilan.

(Jupiter Sembiring)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60