R.Bambang.SS :Masyarakat Harus Memahami UU Narkotika,Secara Utuh

  • Whatsapp

JAKARTA-KANALPK

Masyarakat harus memahami tentang UU narkotika secara parsial, hanya dengan membaca pasal pidananya saja, harus utuh, apa tujuan dibuatnya UU, bagaimana acara penegakan hukumnya dan harus tahu apa kewajiban aparat penegak hukum agar tujuan UU Narkotika dapat tercapai.

Tentang UNdang Undang narkotika yang dibuat oleh pihak Pemerintah dan DPR mengacu pada Konvensi Internasional, dengan mengintegrasikan pendekatan kesehatan dan hukum pidana.

Mengenai tentang UU Narkotika,pada pasal 4 dinyatakan secara khusus yaitu, dianta
tanya .

  1. Menjamin ketersediaan narkotika untuk kepentingan kesehatan ilmu pengetahuan dan tehnologi.
  2. Mencegah, melindungi dan menyelamatkan bangsa indonesia dari penyalahgunaan narkotika
  3. Memberantas peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika: dan
  4. menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial bagi penyalah guna dan pecandu.

berdasarkan pendekatan kesehatan adalah pasien penderita sakit adiksi ketergantungan atau kecanduan narkotika, di sisi lain berdasarkan pendekatan hukum pidana, adalah penjahat (pasal 127/1) yang harus mendapatkan hukuman.


Mengacu pada tujuan tersebut maka penanggulangannya dilakukan dengan mengintegrasikan kedua pendekatan tersebut, dengan cara.

  1. Penyalah guna dicegah, dilindungi dan diselamatkan melalui perintah UU untuk mewajibkan penyalah guna melakukan wajib lapor pecandu untuk mendapatkan perawatan dan/atau pengobatan melalui rehabilitasi, karena diwajibkan UU Narkotika,maka pelaksanaan wajib lapor biayanya ditanggung oleh APBN.

Kalau sudah melaporkan diri ke IPWL , status pidananya berubah menjadi tidak dituntut pidana (pasal 128/2), Jika setelah mendapatkan perawatan dan/atau pengobatan kemudian relapse kemudian ditangkap penyidik maka biaya rehabilitasi dibebankan pada keluarga.

  1. Memberantas peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika; dan menjamin pengaturan upaya rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial bagi penyalah guna dan pecandu.

Maknanya, proses penegakan hukum dan penjatuhan hukumannya bagi pengedar, dengan hukuman pidana agar jera dengan harapan tidak mengulangi perbuatannya.

Sedangkan proses penegakan hukum terhadap penyalah guna dijamin UU mendapatkan rehabilitasi sebagai bentuk upaya paksa maupun bentuk hukuman agar sembuh dengan harapan tidak mengulangi perbuatannya.

Sementara tentang Pasal 127 UU Narkotika menyatakan berikut (1) Setiap Penyalah Guna: Narkotika Golongan II bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun; dan. Narkotika Golongan III bagi diri sendiri dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun.

Pasal 127
(1) Barang siapa dalam masa perang menjalankan tipu muslihat dalam
penyerahan barang-barang keperluan Angkatan Laut atau Angkatan Darat,
diancam dengan pidana penjara paling lama dua belas tahun.
(2) Diancam dengan pidana yang sama barang siapa diserahi mengawasi
penyerahan barang-barang, membiarkan tipu muslihat itu.

Tujuan Rehabilitasi Sosial adalah agar pecandu narkoba dapat kembali melaksanakan fungsi sosialnya di masyarakat. Rehabilitasi Sosial yang diadakan oleh berbagai lembaga sosial pemerintah maupun non-pemerintah sangat membantu dalam mengembalikan fungsi sosialnya di masyarakat.

Menurut R.Bambang.SS mengungkapkan,”para pengguna harus menjalani rehabilitasi karena saat dilakukan penangkapan polisi tidak menemukan barang bukti sabu. Mengacu pada Pasal 54 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, apabila tidak ditemukan barang bukti pengguna narkoba wajib dilakukan rehabilitasi,”tutur R.Bamvang.SS Ketua Umum CIC yang juga seorang Aktifis anti narkoba Kamis (9/12/2021) kepada wartawan di Jakarta.

Sejatinya,Bambang memaparkan, para pengguna narkoba tidak dimasukkan ke penjara, tapi direhabilitasi seperti amanat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika Pasal 54. Pasal tersebut menyatakan, “Pecandu Narkotika dan korban penyalahgunaan narkotika wajib menjalani rehabilitasi medis dan rehabilitasi sosial.”imbuhnya.

(DJ SEMBIRING)

Related posts