Razia Knalpot Bising di Jakarta Gencar Dilakukan

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Pihak Polda Metro Jaya gencar melakukan razia knalpot bising,dari razia knalpot bising tersebut banyak kendaraan bermotor terjaring.

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran menginstruksikan kepada jajarannya untuk terus melanjutkan razia knalpot bising demi ketenangan dan kenyamanan masyarakat selama bulan suci Ramadan 1442 H, Minggu (18/4) kemarin kepada wartawan.

Menurut Kapolda Metro Jaya menegaskan,”Bagi mereka yang berkendara khususnya yang menggunakan knalpot bising itu bisa dikenakan pasal 285 Undang-Undang Lalu Lintas,” kata Irjen Fadil Imran.

Instruksi kapolda tersebut, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres di bawha Polda Metro Jaya pun menggelar operasi filterisasi dan penindakan terhadap pengendara motor yang menggunakan knalpot bising di sejumlah kawasan di Jakarta, Minggu (18/4) malam hingga Senin (19/4) dini hari.

Diketahui, Pemprov DKI telah melarang kegiatan SOTRselama Ramadan 1442 Hijriah–yang salah satu alasannya masih pandemi Covid-19.

Juga dilakukan operasi penertiban knalpot bising dan filterisasi kegiatan SOTR oleh Satlantas Polrestro Jakarta Pusat di wilayah Gambir dan Jalan Veteran 3.

Satlantas Polrestro Jakarta Utara juga melaksanakan kegiatan serupa di Cempaka Putih, dilanjutkan dengan penindakan tilang kepada pengendara motor yang menggunakan knalpot bising.

Sehari sebelumnya, sebanyak 34 kendaraan roda dua terjaring Operasi Keselamatan Jaya 2021 yang dilaksanakan di sekitar wilayah Jalan Sudirman-Thamrin dan Monas, Jakarta Pusat pada Minggu dini hari.

“razia ini akan terus kita gelorakan agar Jakarta pada malam hari situasinya indah, situasinya tenang. Kalau kita istirahat dengan situasi yang tenang akan berbeda, jika beribadah tanpa ada suara knalpot yang bising juga akan berbeda,” kata Fadil di Jakarta

Pasal 285 ayat 1 UU LLAJ menyatakan bahwa: Setiap orang yang mengemudikan Sepeda Motor di Jalan yang tidak memenuhi persyaratan teknis dan laik jalan yang meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, dan kedalaman alur ban sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000, (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Fadil juga mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari Operasi Keselamatan Jaya 2021 yang juga dimaksudkan sebagai langkah preemtif dan preventus untuk mencegah terjadinya tawuran antarkelompok.(BURHANUDDIN/PARMAN)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60