Seminar Hukum Permainan “Cantiq” Hukum Di Indonesia Bersama Pelindung CIC Prof. Dr. Suhandi Cahaya, S.H., M.H., M.B.A

  • Whatsapp

BREAKING NEWS

JAKARTA-KANALPK

Masalah penegakan hukum di Indonesia,akhir akhir ini sering kali menampakkan wajah hukum yang tidak berkeadilan.

Terlinat dari para penegak hukum secard ironi menjadikan hukum hanya sebatas pada alat pemenuhan kebutuhan dengan alih-alih sebagai alat untuk menciptakan society order.

Melihat hal itu tersebut, dilakukan seminar hukum bertempat di Gedung GSJA Kasih Anugerah, Tegal Alur, Jakarta Barat, secara gratis.

Adapun Tema Seminar “Permainan Cantiq Hukum di Indonesia” dan sub tema “Cruelty By Order”.

Seminar hukum ini merupakan Presentasi dari Narasumber Utama, Prof. Dr. Suhandi Cahaya, S.H., M.H., M.B.A., seorang Advokat, Kurator, dan juga sebagai Dewan Pelindung Corruption Investigation Committe (CIC).

Acara Seminar Hukum ini dibantu dengan dua moderator Dr Andri Budiman Mpd, SH dan Andry Christian, S.H., M.Th. Acara berlangsung secara Onsite (tatap muka) dan online (Zoom dan Live YouTube).

Artikel yang dibahas oleh Prof. Suhandi adalah dari sub tema adalah Artikel Cruelty By Order yang berarti “Tembang Pesanan.”

Pria lulusan Sarjana Hukum jurusan Per data Universitas Muhammadiyah 1986 dan akhirnya mendapat gelar sebagai Doctor dalam bidang Hukum Pidana Universitas Jayabaya tahun 2005.

Pelindung CIC Prof.DR.Suhandi Cahaya.SH.MH.MBA memaparkan, “Statistik di Indonesia bahwa masih banyak penduduk Uneducated People atau kurang berpendidikan. Hal ini menimbulkan kemiskinan, dan bila kemiskinan tinggi, otomatis pelanggaran hukum akan semakin tinggi akibat kurang berpendidikan, “ujar Prof. Suhandi dalam opening speach kepada wartawan Senin (25/4/2022) di Jakarta.

Permasalahan oleh karena cruelty by order/tebang pesanan/kekejaman atasperintah dari/ sudah banyak terjadi di negara ini sebab:

a. Kurangnya dari pengetahuan bagi aparat-aparat penegak hukum;

b. Adanya pesanan-pesanan dari pihak-pihak tertentu yang ujungujungnya ada uang di sana maksudnya Anda bisa saja dijadikan tersangka oleh pihak-pihak yang tidak suka dengan Anda;

c. Aparat-aparat penegak hukum boleh pandai dengan kuliah $3 tetapi sayangnya di dalam kehidupan dia (aparat tersebut) tidak mempunyai wit, wisdom dan
passion.

Gambaran nyata kondisi hukum di Indonesia padahal hukum bukanliah sekedar mulut undang-undang belaka (bouche de laloi).

Kondisikondisi ketimpangan akan keadilan dan kepentingan hakim menyebabkan Cruelty by Order tercipta.

Oleh sebab itu, cruelty by order ini dapat ditanggulangi dengan mewuyjudkan aparat-aparat penegak hukum yang berilmu dan berakal.

Menurut Prof.DR.Suhandi Cayaha.SH.MH.MBA yang juga Pelindung CIC mengatakan,“Saya tertarik dengan Quote dari Samuel F Miller yang berkata:”No man in this country is so high that he is above the law. No officer of the law may set that law at defense with impurity. All the officer of government, from the highest to the lowest, all creatures of the law and bind to obey it,”ungkapnya dalam paparan materinya.

Haruslah diberantas Cruelty by Order yang dapat menempatkan seseorang jadi tersangka ini suatu perbuatan yang sangat tercela dan tidak baik dan memunculkan tindakan kriminalisasi.

Adapun Acara Seminar Hukum yang diadakan secara gratis ini dibagi menjadi 2 Sesi diikuti 200 orang , yang pertama pukul 10.00 sampai pukul 12.00 wib dan kedua 13.00 wib sampai dengan pukul 15.00 wib. Diharapkan acara Seminar Hukum ini menambah edukasi dan wawasan mengenai hukum yang berkeadilan bagi masyawakat tentunya.

(DEWI MS/HENNY WN)

Related posts