Sidang Kasus Megakorupsi Dana Bansos Dilanjutkan, Dua Saksi Dihadirkan

  • Whatsapp
Mantan Menteri Sosial Juluardi P Batubara Tersangka Korupsi Bansos Covid 19
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Pihak Pengadilan Tipikor Jakarta menggelar lanjutan sidang perkara korupsi dan suap bantuan sosial (bantuan) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020 di Kementerian Sosial pada Senin (15/3/2021) yang menghadirkan dua saksi oleh Tim Jaksa KPK.

Dalam sidang lanjutan ini,tentang pemeriksaan saksi ini, tim jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menghadirkan staf ahli Menteri Sosial Kukuh Ary Wibowo dan ajudan Mensos Eko.

“Kami panggil saksi atas nama Kukuh Ary Wibowo (staf ahli Mensos) dan Eko (ajudan Mensos),” kata Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri, Senin (15/3/2021) kepada awak media.

Dalam persidangan hari ini,juga dihadirkan Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Matheus Joko dan Adi merupakan anak buah Juliari Peter Batubara ketika menjabat sebagai Mensos yang diperintahkan untuk mengelola proyek pengadaan bansos.

Adi Wahyono adalah pejabat yang ditunjuk sebagai kuasa pengguna anggaran (KPA) proyek bansos.

“Rencana hari ini masih lanjut pemeriksaan untuk saksi Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso karena minggu lalu belum selesai, giliran PH (penasihat hukum) bertanya kepada para saksi tersebut,” kata Ali.

Dalam kasusnya, Harry dan Ardian didakwa menyuap eks Menteri Sosial Juliari Peter Batubara dan dua Pejabat Pembuat Komitmen Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso.

Harry didakwa memberi suap sebesar Rp1,28 miliar. Sedangkan Ardian didakwa memberi uang sejumlah Rp1,95 miliar.

Mantan Plt Direktur Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Adi Wahyono mengungkapkan, pembagian jatah kuota paket bantuan sosial (bansos) Covid-19 tergantung permintaan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

Hal itu disampaikan Adi saat menjadi saksi untuk dua terdakwa penyuap mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara, Harry Van Sidabukke dan Ardian Iskandar Maddanatja, di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Mengacu pada berita acara pemeriksaan (BAP), jaksa kemudian bertanya siapa yang merekomendasikan jatah 550.000 paket bansos untuk Ivo Wongkaren dari PT Anomali Lumbung Artha.

Kemudian, Adi mengonfirmasi terdapat 500.000 paket bansos untuk Budi Pamungkas selaku pemilik kuota dari PT Integra Padma Mandiri.

Dalam kasus megakorupsi dana bansos covid 19 yang melibatkan mantan Menteri Sosial Juliardi P Batubara dan Adi Wahyono, juga menyeret Politikus PDIP, Ihsan Yunus disebut dalam sidang kasus dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) Covid-19 untuk wilayah Jabodetabek tahun 2020. Ihsan diduga merupakan pengusul vendor pengadaan bansos tersebut.

Keduanya memberi uang suap agar Kemensos menunjuk perusahaan mereka sebagai penyedia bansos sembako Covid-19.

Mereka juga memberikan fee Rp10 ribu per paket bansos ke Juliari setiap mereka mendapatkan proyek itu, uang ini yang disebut uang operasional. (R.Bambang.SS)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60