Skenario Kebohongan Adam Ibrahim, Tentang Babi Ngepet

  • Whatsapp
banner 468x60

DEPOK-KANALPK

Viral tertangkapnya babi ngepet di Sawangan Depok Jawa Barat yang sempat menghebohkan masyarakat,ternyata bohong belaka yang dilakukan Ustad Adam Ibrahim.

Akhirnya Ustad Adam Ibrahim ditetapkan sebagai tersangka penyebaran berita bohong atau hoax soal babi ngepet di Sawangan, Depok.

Adam Ibrahim mengarang cerita hingga menyiapkan seekor babi untuk menyempurnakan kisahnya itu.

“Tersangka merekayasa dengan memesan secara online seekor babi dari pencinta binatang dengan harga Rp 900 ribu, ditambah biaya ongkos Rp 200 ribu,” jelas Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar dalam jumpa pers di kantornya, Jl Margonda Raya, Depok, Kamis (29/4/2021) kemarin.

Adam Ibrahim bekerja sama dengan 7 warga lainnya. Mereka menyusun skenario hingga mengatur peran masing-masing agar warga percaya soal babi ngepet atau babi jadi-jadian ini.

Mereka mengarang cerita seolah-olah melihat sosok manusia yang tiba-tiba berubah menjadi babi.

“Mereka mengarang seolah-olah ada tiga orang, satu orang turun tanpa menapakkan kaki, dua orang pergi naik motor, tiba-tiba satu setengah jam berubah jadi babi. Padahal itu tidak benar,” jelasnya.

Adam Ibrahim dkk juga menggambarkan ‘babi ngepet’ ini memakai kalung dan ikat kepala merah.

“Itu semua bohong, tidak benar,” ucapnya.

Sebelumnya Isu babi ngepet ini membuat heboh warga Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Depok. Babi itu ditangkap warga karena dituduh mencuri uang-uang warga.

Akhirnya pihak polisi mengungkap isu soal babi ngepet itu sebetulnya tidak pernah ada.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa babi ngepet ini hanya karangan Adam Ibrahim.

Sementara Kapilresta Depok Kombes Imran Siregar menegadkan,””Tujuan mereka supaya lebih terkenal di kampungnya,” kata Kapolresta Depok Kombes Imran Siregar dalam jumpa pers di kantornya, Jl Margonda Raya, Depok,kepada wartawan Kamis (29/04) kemarin.

Kombes Pol.Imran Siregar mengungkapkan,bahwa Adam Ibrahim adalah seorang tokoh agama di lingkungan tempat tinggalnya.

Kasus ini berawal dengan adanya cerita masyarakat sekitar merasa kehilangan uang sejuta, ada yang dua juta.

Lalu Adam Ibrahim mengarang cerita soal babi ngepet atau babi jadi-jadian itu.

Adam membuat cerita seolah-olah ada babi ngepet di kampungnya, setelah mendapatkan laporan adanya sejumlah warga yang kehilangan uang.

Atas penyebaran berita hoax ini, Adam Ibrahim dijerat dengan Pasal 14 ayat 1 atau ayat 2 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman hukuman maksimal 10 tahun penjara.(SHELLA/MULYADI)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60