Tarik Paksa Kendaraan Debitur,Sangsi Perusahaan Leasing

  • Whatsapp
banner 468x60

JAKARTA-KANALPK

Kehadiran debt collector banyak menimbulkan keresahan para debitur,bahkan para debt collector sering .enggunakan kekerasan serta merampas kendaraan dibitur di jalan dengan cara paksa.

Terkait kasus tersbut, Juru Bicara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sekar Putih Djarot memastikan, pihaknya tidak mentolerir pelanggaran hukum yang dilakukan oleh debt collector ketika akan menagih pinjaman ke debitur.

“OJK tidak mentolerir debt collector yang melanggar hukum dan akan memberi sanksi keras perusahaan pembiayaan yang melanggar,” kata Sekar kepada wartawan, Minggu (16/5/2021).

Sekar menjelaskan, sanksi tersebut mengacu pada ketentuan dalam POJK 35/2018 tentang perusahaan pembiayaan.

Perusahaan pembiayaan yang tidak memenuhi ketentuan OJK akan dikenakan sanksi administratif secara bertahap berupa peringatan, pembekuan kegiatan usaha, hingga pencabutan izin usaha.

Debt Collector yang menjadi Tersangka

Sebelumnya, aksi para penagih utang atau debt collector yang mengambil paksa mobil yang tengah dikendarai anggota TNI belakangan ini tengah ramai diperbincangkan.

Melihat fenomena tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan memberi sanksi tegas pada perusahaan pembiayaan yang memiliki debt collector dengan perilaku yang tak sesuai hukum.

Bahwa saat ini OJK sudah berkomunikasi dengan asosiasi perusahaan terkait penertiban hal tersebut.

OJK meminta asosiasi bisa menertibkan anggotanya mengenai cara penagihan debt collector.

Debt collector atau penagih utang yang dimiliki oleh perusahaan pembiayaan terkadang dalam tugasnya melakukan hal-hal yang tak sesuai dengan hukum.(MULYADI/SUKIRMAN)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60