Usut Tuntas Kasus Dugaan Korupsi Dinas Damkar Depok

  • Whatsapp
banner 468x60

DEPOK-KANALPK

Banyak Karangan bunga hiasi Polrestro Depok, yang datang dari seluruh elemen masyarakat Kota Depok.

Karangan bunga itu merupakan bentuk dukungan terhadap aparat untuk usut tuntas kasus dugaan korupsi Dinas Damkar Depok.

Kasus korupsi tersebut, sekarang tengah berproses di Kejaksaan Negeri Depok dan Polres Metro Depok.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok, Gandara Budiana, telah menyampaikan beberapa klarifikasi.

Hampir Rp 1 miliar kerugian negara. Sudah kami hitung tadi. Kurang-lebih Rp 1 miliar kerugian negara.

Sementara,Wali Kota Depok Mohammad Idris angkat suara soal permintaan agar dirinya diperiksa dugaan kasus korupsi di internal Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Depok.

Permintaan itu disampaikan Razman Nasution selaku tim kuasa hukum Sandi, tenaga harian lepas yang mengungkap dugaan kasus korupsi di Dinas Damkar Kota Depok. Razman mengaku pihaknya meyakini ada keterlibatan petinggi Kota Depok dalam kasus tersebut.

Menanggapi permintaan tersebut, Idris mengaku menghormati semua proses hukum terkait dugaan korupsi di jajarannya. Ia mengaku telah berkoordinasi dengan Inspektorat Jenderal Kementerian Dalam Negeri untuk mengklarifikasi kasus tersebut termasuk memanggil sejumlah pihak terkait.

“Sekarang dilakukan pendalaman dulu terhadap permasalahan ini seperti apa. Saya juga dengar sekarang Irjen Kemendagri akan memanggil yang bersangkutan dalam hal ini,” kata Idris kepada wartawan, Senin (19/4/2021) kemarin di Depok.

Dia meminta semua pihak kooperatif dalam penanganan kasus tersebut. Idris mendukung penuh penanganan kasus itu yang kini sudah dilimpahkan ke Itjen Kemendagri.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu turut membantah pengakuan Sandi yang menerima surat peringatan (SP) dan diminta mundur dari instansi tempat kerjanya. Idris meminta Sandi tak segan melapor jika benar diminta mundur buntut pengungkapan kasus tersebut.

Ia menjamin memberi perlindungan kepada Sandi selama proses pengungkapan kasus tersebut.

“Nanti kami akan memberi jaminan keamanan yang bersangkutan. Jadi proses pemeriksaan sedang bergulir, kita ikuti mekanismenya,” kata dia.

Idris juga membantah ada upaya intimidasi dari jajarannya kepada Sandi yang mengaku mendapat intimidasi mulai dari ancaman fisik hingga diminta mundur usai membongkar dugaan korupsi tersebut.

“Menurut keterangan jajaran kami, surat peringatan juga itu enggak ada. Enggak ada sama sekali,” jelas Idris.

“Silakan kalau yang bersangkutan merasa dikirim SP, atau intimidasi silakan laporkan ke saya. Nanti kami akan memberi jaminan keamanan yang bersangkutan,” imbuh dia.(SHELLA/MULYADI)

banner 300x250

Related posts

banner 468x60